Pengertian Berbicara Menurut Para Ahli
Pengertian Berbicara
Para ahli memberikan definisi yang berbeda-beda mengenai pengertian berbicara. Tarigan (1985) menyebutkan
bahwa berbica ra adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi
atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan, serta menyampaikan
pikiran, gagasan, dan perasaan. Lebih luas lagi, berbicara merupakan
suatu bentuk perilaku manusia yang memanfaatkan faktor-faktor fisik,
psikologis, neurologis, semantik, dan linguistik secara ekstensif dan
luas sehingga dapat dianggap sebagai alat manusia yang paling penting
bagi kontrol sosial. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa dala m
kegiatan berbicara terjadi proses perubahan wujud pikiran atau perasaan
menjadi wujud ujaran atau bunyi bahasa yang bermakna. Berbicara bukan
hanya mengucap yang tanpa makna, tetapi menyampaikan pikiran atau
perasaan kepada orang lain melalui ujaran atau
dengan bahasa lisan.
dengan bahasa lisan.
Batasan berbicara yang hampir sama dengan Tarigan dikemukakan oleh Kartini (1985:7)
yang mengungkapkan bahwa berbicara merupakan suatu peristiwa
penyampaian maksud, gagasan, pikiran, perasaan seseorang kepada orang
lain dengan menggunakan bahasa lisan, sehingga maksud tersebut dipahami
oleh orang lain.
Memperkaya ungkapan di atas, Laksana (1982:25)
mengemukakan bahwa berbicara adalah perbuatan yang menghasilkan bahasa
untuk berkomunikasi, sebagai salah satu keterampilan dasar dalam
berbahasa.
Sementara Akhmadi (1984: 9)
memberikan pengertian berbicara sebagai suatu keterampilan
memproduksikan arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak,
kebutuhan, perasaan dan keingingan kepada orang lain.
Selanjutnya Badudu-Zain (1994: 180)
mengartikan berbicara dengan kata-kata, berpidato, dan bercakap-cakap.
Batasan berbicara yang dikemukakan Badudu,- Zain ini lebih mengarah
kepada jenis berbicara.
Moris dan Novia (2002)
menyatakan bahwa berbicara merupakan alat komunikasi yang alami antar
anggota masyarakat untuk mengungkapkan pikiran dan sebagai sebuah bentuk
tingkah laku sosial.
Sedangkan menurut Nuraeni (2002) berbicara adalah proses penyampaian informasi dari
pembicara kepada pendengar dengan tujuan terjadi perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan pendengar sebagai akibat dari informasi yang diterimanya.
pembicara kepada pendengar dengan tujuan terjadi perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan pendengar sebagai akibat dari informasi yang diterimanya.
Sementara itu, Tarigan, 1993: 15) mengatakan
bahwa berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi
atau kata-kata untuk mengekpresikan, menyatakan serta menyampaikan
pikiran, gagasan dan perasaan.
Berdasarkan
telaah yang telah dilakukan terhadap batasan dan pengertian berbicara
yang dikemukakan para ahli penulis cenderung menjadikan pendapat Kartini
dan Badudu-Zain sebagai kerangka konsep berpikir.
Berbicara merupakan peristiwa penyampaian maksud, gagasan, pikiran, perasaan seseorang kepada orang lain secara jernih, logis, terarah dan sistematis dengan menggunakan bahasa lisan, sehingga maksud tersebut dipahami orang lain. Sementara itu, pendapat Badudu-Zain berkaitan dengan jenis berbicara yang dipakai dalam penelitian ini, yaitu kata-kata. Dalam hal ini, berbicara merupakan proses penyampaian pesan (gagasan, pikiran, perasaan) dari pembicara secara lisan sehingga kawan bicara bisa menerima dan mamahami isinya. Berbicara merupakan suatu keterampilan berbahasa lisan yang bersifat produktif.
Berbicara merupakan peristiwa penyampaian maksud, gagasan, pikiran, perasaan seseorang kepada orang lain secara jernih, logis, terarah dan sistematis dengan menggunakan bahasa lisan, sehingga maksud tersebut dipahami orang lain. Sementara itu, pendapat Badudu-Zain berkaitan dengan jenis berbicara yang dipakai dalam penelitian ini, yaitu kata-kata. Dalam hal ini, berbicara merupakan proses penyampaian pesan (gagasan, pikiran, perasaan) dari pembicara secara lisan sehingga kawan bicara bisa menerima dan mamahami isinya. Berbicara merupakan suatu keterampilan berbahasa lisan yang bersifat produktif.

Komentar
Posting Komentar